NAMA :
AFINA ROMADHONA YUNAN
KELAS :
4PA06
SIP (Sistem Informasi Psikologi)
Tidak dapat disangkal dunia dimana tempat
tinggal kita sekarang ini semakin lama semakin berkembang seiring dengan
berjalannya waktu. Seluruh aspek penunjang kehidupan secara sendirinya akan
ikut berkembang. Dari keseluruhan perkembangan yang terjadi pada setiap
aspek kehidupan kita. Perkembangan yang paling terlihat “menonjol” yaitu yang
terjadi pada bidang teknologi. Perkembangan atau kemajuan yang terjadi pada
bidang teknologi inilah yang menjadi “pelatuk” bagi pesatnya perkambangan pada
aspek penunjang kehidupan lainnya seperti dalam bidang ekonomi, budaya, sosial,
agama, dll.
Perkembangan teknologi juga memberi pengaruh
bagi berkembangnya sistem informasi yang secara langsung ataupun tidak, identik
dengan teknologi itu sendiri. Waktu yang terasa berjalan begitu cepat karena
perkembangan seluruh aspek penunjang kehidupan yang pesat, menuntut sistem
informasi juga berkembang dengan cepat. Dan benar, perkembangan pada
sistem informasi membuatnya dapat diaplikasikan terhadap berbagai bidang
seperti akademik, kesehatan, ekonomi, akuntansi, geografis, bahkan psikologi
yang biasa dikenal dengan istilah “Sistem Informasi Psikologi” atau SIP. Ya,
Sistem Informasi Psikologi, kali ini kita akan coba membahas secara singkat
salah satu “cabang” dari sistem informasi ini yang nantinya mudah-mudahan dapat
menanbah wawasan kitasemua.
“Lalu,
apa sebenarnya SIP (Sistem Informasi Psikologi) itu sendiri? Apa definisisnya?”
Baik, sebelum kita mengetahui definisi dari
SIP (Sistem Informasi Psikologi), tidak ada salahnya jika kita mencoba
mendefinisiskannya perbagian secara singkat, mengingat SIP terdiri dari tiga
kata yaitu “Sistem”, “Informasi”, dan “Psikologi”. Pertama kita mulai dari
kata pertama yaitu “Sistem”.
1.
SISTEM
Sistem berasal dari bahasa
Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
yang dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang
terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah
ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang
berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang
berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum
misalnya seperti negara.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam
percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini
digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya
menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah
sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga
mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisis sistem menurut para ahli:
a. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan
rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan
yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha
mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah sebuah struktur
konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang
bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan secara efektif dan efesien.
c. Koentjaraningrat
Sistem adalah susunan yang berfungsi dan
bergerak; suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi
sasaran itu umumnya dibatasi.
Dari seluruh pengertian tentang sistem di
atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem merupakan komponen atau
elemen-elemen atau bagian-bagian yang tersusun secara terstruktur, sistematis,
dan saling mendukung satu dengan yang lain, mempunyai fungsi-fungsi yang saling
berkaitan dan terhubung untuk mencapai suatu tujuan.
Sistem jugamempunyai memiliki ciri-ciri atau
sifat-sifat seperti berikut:
·
Terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi.
·
Mempunyai lingkungan luar.
·
Mempunyai interface (jalinan).
·
Terdiri dari masukan, pengolahan dan keluaran
Elemen-elemen sistem:
a.
Tujuan
Setiap
sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak.
b. Masukan
Masukan
(input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan
selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang
berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
c. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan
perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan
lebih bernilai.
d. Keluaran
Keluaran
(output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi,
keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
e. Batas
Yang
disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan
daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang
lingkup, atau kemampuan sistem.
f. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme
pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan
balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan
untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur
agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
g. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada
diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti
bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.
Setelah mengenal tentang “Sistem”, kita akan
melanjutkan ke kata yang ke dua yaitu “Informasi”.
2.
INFORMASI
Kata informasi berasal dari
kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang
diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti
“garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang
berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”. Definisi informasi
adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri
dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat
ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi juga dapat didefinisikan
sebagai data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna
yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam
pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
Selain definisi tadi, beberapa ahli juga mendefinisikan
istilah informasi sebagai berikut:
a. Abdul Kadir
Informasi merupakan data yang telah proses
sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data
tersebut.
b. Tata Sutabri
Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan
atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan
keputusan.
c. Jogiyanto HM
Informasi adalah data yang diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Dari seluruh definisi informasi di atas, dapat
disimpulkan bahwa informasi adalah kumpulan data yang telah diolahsedemikain
rupa menjadi bentuk yang lebih berguna dan dapat dipahami bagi penerimanya
sehingga dapat menambah atau meningkatkan pengetahuan.
Informasi akan memiliki arti manakala
informasi tersebut memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
·
Relevan artinya
Informasi yang diinginkan benar-benar ada relevansi dengan masalah yang
dihadapi.
·
Kejelasan artinya
terbebas dari istilah-istilah yang membingungkan.
·
Akurasi artinya
bahwa informasi yang hendak disajikan harus secara teliti dan lengkap.
·
Tepat
waktu artinya data yang disajikan adalah data terbaru dan mutahir.
Sampailah kita pada bagian atau kata terakhir
dari SIP (Sistem Informasi Psikologi) yaitu “Psikologi”, berikiut penjelasan
singkatnya.
3.
PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu
“psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu
pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang
mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya,
maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa.
a.
Richard Mayer
Psikologi merupakan analisi mengenai proses
mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
b. Wilhem Wundt & E.B Titchener
Psikologi
adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang
mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling),
dan kehendak.
Dari seluruh definisi psikologi di atas, dapat
disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan
hewan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung yang
berguna sebagai suatu usaha untuk memahami proses mental.
Baiklah, sebelum kita melanjutkan ke definisi
SIP, mari kita definisikan terlebih dahulu istilah “Sistem Infomasi” yang juga
menjadi bagian dari SIP, berikut definisinya.
SISTEM INFORMASI
1. John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari
manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang
bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas
transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern
dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
2. Rommey
Sistem Informasi adalah cara-cara yang
diorganisasi untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan
cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan
melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
informasi merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi,
media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang
penting, untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara
yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan
informasi sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP)
Dari keseluruhan uraian mengenai sistem,
Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita coba tarik kesimpulan bahwa
definisi “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang
merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media,
prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan
menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung
serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat
diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti
tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah
penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini
umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).
SUMBER:
Ahmadi,
H. Abu. (2009). Psikologi
umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA
Basuki,
A. M. Heru. (2008). Psikologi
umum. Depok: Universitas Gunadarma
Basuki, H. (2008). Psikologi umum. Jakarta:
Universitas Gunadarma