Kamis, 24 Maret 2016

MY TUGAS : TATA SURYA BUMI



NAMA            : AFINA ROMADHONA YUNAN
KELAS           : 1PA05
NPM               : 10515240
                                                MATEMATIKA DAN IAD
  RUANG LINGKUP IPA
  1.  Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi. Namun para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta atau universum dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan energi yang ada didalamnya
Konsep manusia mengenai apa yang dimaksud alam semesta telah berubah secara radikal sepanjang zaman. Pada mulanya, mereka meletakkan Bumi sebagai pusat alam semesta. Selanjutnya, mereka menemukan bahwa Bumi hanyalah sebuah planet, dan yakin bahwa mataharilah sebagai pusat. Kemudian mereka menyadari bahwa Matahari hanyalah sebuah bintang biasa, yang merupakan anggota dari sebuah gugusan bintang yang disebut galaksi dan meyakini bahwa galaksi inilah Alam Semesta. Setelah itu, mereka menemukan lagi bahwa galaksi ini hanyalah satu dari sedemikian banyak galaksi yang membentuk alam semesta. Kenyataan inilah yang kita yakini saat ini.
  1. Teori Terjadinya Alam Semesta
           

Asal usul alam semesta telah lama diperbincangkan. Banyak teori bermunculan dari hasil pemikiran dan penelitian para ahli yang mencoba mengungkap misteri besar ini. Namun hingga sekarang, karena keterbatasan daya dan akal manusia, teori-teori tersebut hanyalah sebatas menjadi teori belaka, karena kebenaran yang pasti hanya berasal dari tuhan. Kendati begitu, tidak ada salahnya bagi kita menilik teori asal usul alam semesta yang dirangkum sebagai berikut: 
1.      Teori keadaan tetap (Steady-state theory)
 Teori keadaan tetap didasari pada prinsip kosmologi sempurna. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ada tanpa awal dan tetap ada tanpa akhir. Hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa setiap galaksi memiliki jumlah yang tetap sama meski ada pada kurun waktu yang berbeda. Dalam teori ini tidak dikenal istilah penciptaan ataupun kiamat. Alam semesta ada dan akan tetap ada. Teori asal usul alam semesta ini sebetulnya merupakan teori yang paling jadul. Dan dikemukakan pada saat teknologi belum canggih seperti sekarang ini. Sekarang, teori keadaan tetap sudah tidak lagi dipercayai oleh kebanyakan orang kecuali mereka yang tidak beragama (atheis).
2.      Teori dentuman besar (big-bang theory)
 Asal Usul Alam Semesta Hipotesis teori dentuman besar (Big-Bang) dikemukakan pertama kali oleh George Lematitre. Teori ini menyebutkan bahwa asal usul alam semesta dimulai dari sebuah primeval atom atau atom yang sangat padat. Suatu saat karena terlalu padat dan memiliki energi kalor yang tinggi, atom ini meledak hingga semua materinya terlempar ke seluruh penjuru ruang hampa yang ada di sekitarnya. Sejak ledakan itu, semua partikel ledakan atom tersebut (planet, asteroid, meteorid, dll.) berekspansi hingga ribuan juta tahun. Dari ekspansi tersebut timbulah dua gaya yang saling berlawanan yaitu gaya gravitasi dan gaya repulsi kosmis. Teori ini menyebutkan bahwa suatu waktu, ekspansi tersebut pasti akan berhenti. Berarti secara umum teori ini berlawanan dengan teori keadaan tetap karena mengenal penciptaan dan kiamat.
3.      Teori Nebular
Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun 1796. Teori ini menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi awan atau kabut gas yang sangat panas. Kondensasi itu membentuk bagian-bagian terpisah yang terus berputar. Pada bagian tengah kondensat, partikel memusat dan memampat sehingga terbentukklah matahari. Pada partikel yang berada di sisi juga berputar dan membentuk planet-planet dan sisa kondensat membentuk satelit, asteroid, meteor, dan lain sebagainya.
4.      Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys di tahun 1919. Teori ini menyebutkan bahwa planet merupakan hasil dari percikan bintang (matahari) yang disebut tidal. Planet-planet besar terjadi karena adanya percikan besar antara 2 bintang besar yang saling berdekatan. Peristiwa mendekatnya 2 bintang besar tentu sangat jarang sekali terjadi, oleh karena itu selama ini percikan matahari tidak mampu membentuk planet.
5.      Teori Bintang Kembar
Teori bintang kembar menyebutkan bahwa alam semesta terbentuk karena adanya dua matahari kembar. Salah satu matahari tersebut meledak karena terlalu padat dan panas. Ledakan tersebut membentuk planet-planet dan karena adanya gaya gravitasi, planet-planet tersebut beredar mengelilingi bintangnya.
6.      Teori Creatio Continua
Hipotesis teori creatio continua dikemukakan pertama kali Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori ini semesta dari dahulu ada dan tetap ada. Secara prinsip, teori ceatio continua hampir mirip dengan teori keadaan tetap. Bedanya, pada teori ini disebutkan bahwa setiap saat ada partikel alam semesta (baik berbentuk planet, satelit, dan lain sebagainya) yang lenyap dan lahir. Demikianlah beberapa teori tentang asal usul alam semesta. Percaya atau tidak, mari kita kembalikan pada keyakinan kita masing-masing. Seperti halnya kita mempercayai teori-teori asal usulkehidupan.
  1.  Sistem Tata Surya
Sistem tata surya merupakan suatu sistem organisasi yang teratur pada matahari dimana matahari sebagai pusat peredaran dan dikelilingi pengikut-pengikutnya (planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor).
a. Matahari
Matahari adalah bintang kuning, berbentuk bola, dengan diameter 865.000 mi (1 mi = 1,609 km), lebih dari 100X diameter bumi. Salah satu bintang anggota galaksi Milky Way (Bima Sakti). Matahari sangat penting bagi proses kehidupan di Bumi karena mensuplai panas, cahaya, dan radiasi lain. Matahari memiliki garis tengah: 1.392.000 kmmassa : 331.950 massa bumi.Temperatur permukaan matahari mencapai 6.000°K, inti mencapai 15.000.000°K, bintik-bintik hingga 4.000°K, dan tekanan mencapai 400×109 atm bumi.
b. Planet
Planet adalah Benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri.
Planet-planet dalam Tata Surya berbeda-beda dalam ukuran dan komposisi, terdiri:
–  Kelompok Planet Dalam: planet-planet yang dekat dengan matahari, ukuran relatif kecil, solid, rocky, massa jenis besar (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars).
–  Kelompok Planet Luar: planet-planet yang jauh dari matahari, gas planets, terbentuk sebagian besar oleh H dan He (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet terluar, Pluto, berukuran kecil dan terdiri dari es).
c.  Asteroid
Asteroid adalah benda langit berukuran sangat kecil dan juga memiliki orbit terhadap matahari. Artinya, asteroid juga mengelilingi matahari. Asteroid terbentuk dari batu luar angkasa, dengan sedikit kandungan logam seperti nikel dan besi.
Asteroid-asteroid berkumpul di sebuah lintasan yang sangat terkenal, berada di antara jalur lintasan orbit Mars dan Jupiter, dinamakan sabuk asteroid, atau Main Asteroid Belt. Di sabuk asteroid ini ada empat asteroid paling besar yang pernah diteliti, bernama Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea.
d. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.
e. Meteor
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.
  1. Planet bumi sebagai bagian dari sistem tata surya
Kata “Planet” berasal dari bahasa Yunani yaitu Planetai, yang berarti pengembara. Pengertian dari planet sendiri adalah benda angkasa yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang. Dalam Tata Surya, bintang yang dimaksud adalah matahari. Sebagian besar planet dalam Tata Surya orbitnya diikuti oleh satelit. Satelit ini beredar mengelilingi planet, dan bersama-sama planet mengelilingi pusatnya (matahari).
Pada awalnya, dalam Sistem Tata Surya Terdapat 9 buah planet. Panet-panet itu adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Pluto. Namun pada Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26, pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha, menetapkan hanya 8 buah planet yang masuk dalam Sistem Tata Surya. Palet yang dikeluarkan dalam anggota Tata Surya adalah Pluto.
Planet-planet dalam Tata Surya dapat dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi. Hal ini disebabkan adanya beberapa macam kriteria untuk mengklasifikasikan planet-planet ini. Berikut ini adalah beberapa klasifikasi planet dalam berbagai kriteria.
  • Bumi
Bumi memiliki garis tengah ekuatorial : 7.923 mil. Sedangkan antarkutub 7.900 mil. Berat jenis : 5,5 dan beratnya 6,6 x 1021 ton. Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter. Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal 10 mil.
1.      Berdasarkan Massanya
a.      Planet Superior
Planet Superior adalah planet dengan massa yang besar. Yang termasuk dalam planet superior adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b.      Planet Inferior
Planet Inferior adalah planet dengan massa yang kecil. Yang tergolong dalam planet inferior adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2.      Berdasarkan Jaraknya ke Matahari
a.      Planet Interior
Planet Interior adalah planet-planet yang jarak rata-rata ke matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Yang termasuk dalam kategori planet interior adalah Merkurius dan Venus. Planet Interior sering juga disebut dengan Planet Dalam.
b.      Planet Eksterior
Planet Eksterior adalah planet-planet dengan jarak rata-rata ke matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Yang masuk dalam golongan ini adalah planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Eksterior sering juga disebut dengan Planet Luar.
  1. Lapisan-lapisan Bumi
Mula-mula orang mengira bahwa bumi itu rata seperti talam. Bumi diketahui sebagai bola pertama kali kira-kira 400 ratus tahun yang lalu. Bumi berupa suatu benda hampir bulat sempurna yang jari-jarinya ± 6370 km pada katulistiwa. Permukaab bumi sebagian terdiri dari daratan dan sebagian dari lautan. Kira-kira 3/10 permukaan bumi berupa daratan, sedang 7/10-nya tertutup air. Kerak bumi terdiri dari batuan kristalin. Pusat bumi berupa zone bundar yang diliputi oleh teras luar dan teras dalam. Teras luar berwujud cairan tetapi teras dalamnya padat atau kristalin.  

1.  Inti Bumi (Barisfer/Sentrofer)
Diduga, barisfer terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan itu disebut nife (niccolum = nicel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Berat jenis rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorit dengan Berat jenis rata-rata 5, tebalnya kira-kira 1700 km.
Pengaruh panas matahri hanya terasa paling dalam 20 meter dibawah permukaan bumi. Setelah kedalaman 20 m, temperaturnya konstan. Tapi makin masuk kedalam bumi semakin panas. Umumnya tiap turun 33 meter temperatur naik 1ºC.
2.    Kulit Bumi (Lithosfer)
Kulit bumi adalah lapisan bagian atas, tebalnya ± 1200 km. Kulit bumi merupakan lapisan yang vital bagi manusia, berupa benua dan pulau-pulau. Terletak diatas lapisan perantaranya. Kulit bumi terdiri dari 2 lapisan, Lapisan Sima (Silicium dan Magnesium) dan Lapisan Sial (Silicium dan Alumunium).
3.    Lapisan Air (Hidrosfer)
Termasuk lapisan air ini adalah semua perairan yang berada dibumi, yaitu samudra, laut, danau, sungai, dan air tanah. Hidrosfer tidak seluruhnya menyelimuti bumi, tetapi 71% saja, sebagian besar terdiri dari samudra dan lautan. Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap keadaan atmosfer, karena air yang menguap dari lautan membentuk awan dan hujan. Hal ini berlangsung berabad-abad membentuk siklus air.

4.    Lapisan Udara (Atmosfer)
Atmosfer adalah paisan udara atau gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer termasuk bagian bumi dan karena pengaruh gaya berat, atmosfer ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari dan beredar mengelilingi matahari setiap bulan.
Udara berlapis-lapis dan batas tiap lapisan ditentukan oleh peralihan temperatur yang mendadak. Tabel seluruh lapisan udara ± 1000 km. Berat jenisnya makin keatas makin mendekati nol. Bagian-bagian atmosfer antara lain, troposfer, stratosfer, ionosfer, dan dissipasifer.
  1. Teori tentang Terjadinya Bumi
1.  Teori Kant-Laplace (Hipotesis Kabut dari Kant-Laplace)
Tata surya terbentuk dari kondensi awan yang pernah merupakan kabut gas yang amat panas. Awan ini makin mendingin dan menyebabkan gerak putar yang makin cepat. Perputaran akan menyebabkan pendataran dibagian kutub-kutubnya, penimbunan materi dibagian katulistiwanya. Dari bagian katyulistiwa ini akan terjadi bagian dari massa asal. Bagian yang terlepas akan mengalami kondensasi dan menjadi padat, kemudian ikut berputar mengelilingi massa asl. Massa asal menjadi matahari, bagian yang terlepas dan menjadi padat tersebut kemudian menjadi planet, temasuk planet bumi.
2. Teori Chamberlain dan Maulton
Teorinya dikenal dengan nama Teori Planetisimal. Di alam aya ada matahari asal. Sebuah bintang besar mendekati matahari asal tersebut sehingga terjadi gaya tarik yang kuat dari bintang tersebut terhadap matahari.
Di permukaan matahari akan terjadi ledakan-ledakan yang maha dahsyat yang berupa gas yang dilepaskan keluar matahari asal. Gas yang sudah lepas kemudian mengalami kondensasi sehingga menjadi massa padat yang disebut planetisimal. Bumi merupakan salah satu bentuk planetisimal.
3.      Teori Jean dan Jeffreys
Terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari akibat gaya tarik bintang yang jauh lebih besar. Gelombang pasang ini menyerupai lidah raksasa di permukaan matahari, mengarah pada bintang besar. Lidah raksasa kemudian memadat dan pecah menjadi benda tersendiri yang disebut planet. Planet-planet baru ini berputar mengelilingi matahari dengan lintasan bentuk elip. Karena lintasan planet berbentuk elip maka suatu waktu planet mempunyai jarak terdekat dengan matahari. Matahari akan menarik massa planet tersebut sehingga terbentuklah satelit atau bulan yang berputar mengelilingi planet.

4. Teori Alfred Wegener (Continental Drift)
Teori Wegener sering siebut sebagai teori Pergeseran Benua (Continental Drift). Garis besarnya adalah sebagai berikut: Benua-benua yang sekarang ada ( Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia) dulu menjadi satu merupakan super continent yang disebut Pangea.
  1. ANALISIS
            Dalam perkembang Ilmu Pengetahuan Alam saat ini banyak muncul teori tentang terjadinya alam semesta, seperti misalnya mikrokosmos menjelaskan benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron sel dan sebagaianya. Dari pengetahuan tentang mikrokosmos menemukan bahwa ada DNA. DNA merupakan materi yang membentuk kromosom-kromosom dan juga merupakan informasi genetik yang tersimpan dalam tubuh makhluk hidup. Dari ditemukannya DNA didalam sebuah sel ini mendatangkan manfaat bagi kehidupan terutama dibidang Bioteknologi. Contohnya, seperti sidik jari DNA atau DNA fingerorinting dalam analisa forensik yang mempermudah pekerjaan polisi untuk menangkap kriminal. Sedangkan dari pengetahuan makrokosmos, manusia lebih berusaha mengenal alam semesta dengan baik, seperti para astronomis yang ada di dunia yang sengaja ingin mengetahui bahwa ternyata ada planet yang menyerupai bumi, ataupun menghormati benda-benda angkasa pada zaman dahulu yang dianggap sebagai dewa-dewa yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi, misalnya ada Dewa Matahari.
            Dari terori Big-bang (Dentuman Besar) menghasilkan materi dan energi serta ruang &waktu. Dalam waktu seper-triliunan detik, alam semesta memuai dengan kecepatan tak terukur mencapai besaran astronomi. Kemudian dari ekspansi materi tetap berlanjut secara lebih lambat sampai saat ini.
!           Dari adanya sistem tata surya kita dapat mengetahui tentang benda benda yang ada di langit seperti, matahari, bintang, planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor. Benda-benda langit itu berjalan pada porosnya. planet yang menjadi pengikut matahari ada 9 diantaranya, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Tapi sekarang banyak penelitian bahwa Pluto bukan termasuk dalam planet lagi.
            Bumi adalah planet ketiga di antara 9 planet yang beredar mengelilingi matahari, terbentuk ± 4.5 miliar tahun yang lalu. Pendinginan yang berlanjut menghasilkan 3 lapisan utama pada bumi yaitu Kerak bumi (crust), Mantel bumi, dan Inti bumi. Mantel bumi dan inti bumi tersusun atas logam cair dengan suhu yang sangat tinggi. Lapisan Bumi terdiri dari: Lithosfer (lithos = batu): Daratan, Hidrosfer (hidros = air): Lautan, Atmosfer: Udara, Atmosfer terdiri atas Troposfer, Stratosfer, dan Ionosfer.


  1. REFERENSI

HARMONI, ATI. 1992. PENGANTAR ILMU ALAMIAH DASAR (IAD). JAKARTA: GUNADARMA

MY TUGAS : ILMU ALAMIAH DASAR


NAMA            : AFINA ROMADHONA YUNAN
KELAS           : 1PA05
NPM               : 10515240
                                                MATEMATIKA DAN IAD


  1. PENDAHULUAN
Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang mengkaji tentang gejala–gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep–konsep dan prinsip–prinsip dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti Biologi, Fisika, dan Kimia, ketiga ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006:V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi” yang pembahasannya mencakup pengenalan IPA dan ruang lingkupnya, perkembangan teknologi dan dampaknya, serta hubungannya dengan kelangsungan hidup manusia.

Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum adalah
Agar dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala alam hingga terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari Ilmu Pengetahuan Alam, adapun tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Khusus adalah agar dapat menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia, dapat menjelaskan perkembangan alam pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap “rahasia ingin tahu” nya, serta dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain, yaitu :
1.  Memberi wawasan kepada mahasiswa tentang konsep-konsep alam agar       dapat     peka
       2. Tanggap terhadap masalah-masalah alam yang ada disekitarnya serta  dapat bertanggung jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat sebagai the agen of change (Agen Perubahan).
             3.  Dapat mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada mahasiswa serta dapat mendorong.
            4.         Mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) pada perkembangan diri, ilmu, dan profesi pada mahasiswa.
           
1.1.Pengertian Ilmu Alamiah Dasar



Ilmu alamiah dasar atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD merumuskan pemikiran yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra.
Sedangkan ilmu alamiah dasar menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006: V) “Ilmu Alamiah Dasar” merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi”.
Jadi, pengertian ilmu alamiah yang saya ketahui itu adalah pengetahuan dasar yang mempelajari alam semesta,dan dapat dikatakan sebagai konsep awal terbentuknya ilmu pengetahuan alam. Yang dapat dipelajarinya dengan cara metode-metode atau prinsip-prinsip yang tidak dapat lepas dari kenyataan (realitas).
Ilmu alamiah dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu alamiah selalu merumuskan masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang dapat digunakan dalam ilmu alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas dari objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra. Metode-metode yang digunakan dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga,tidak dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai ilmu alamiah dasar jika tidak ada realitanya.
1.2.  Perkembangan Alam Pikir Manusia
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dalam persaingan hidup di muka bumi ini. Meski banyak keterbatasan fisik, seperti diantaranya : ukuran, kekuatan, kecepatan, dan panca indera. Keberhasilan tersebut disebabkan karena manusia memiliki akal yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan manusia lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Karna itu alam pikir manusia dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta nuraninya yang memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.
Pengetahuan yang terkumpul dan semakin maju menyebabkan rasa ingin tahu manusia semakin berkembang. Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya. Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai apa yang diamatinya, rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki oleh hewan. Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya. Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini yang menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang.
Dan dengan sifat keingintahuan manusia yang besar, manusia selalu berusaha mencari keterangan tentang fenomena alam dan pengetahuan-pengetahuan yang sangat banyak, mungkin karena itu lah secara tidak langsung alam pikiran manusia dapat berkembang. Dan mungkin karena teknologi juga yang semakin berkembang sesuai zamannya, sehingga sejalan dengan cara berfikir manusia yang memudahkan manusia untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sehingga membuat alam pikir manusia semakin berkembang dan berkembang lagi.
  Manusia secara terus menerus selalu mengembangkan pengetahuan. Mereka mengembangkan pengetahuan tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja. Mereka juga berusaha untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Perkembangan pengetahuan pada manusia juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas dan sifat yang lebih baik. Mereka selalu berusaha mengerti atau memperoleh pengetahuan yang lebih banyak. Dengan demikian, Akumulasi pengetahuan akan berlangsung lebih cepat. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya. Kegiatan yang dilakukan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuannya. Sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan. Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan. Dengan semangat yang makin berkobar ini diadakanlah kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Kegiatan untuk mencari pemecahan dapat berupa:
a. Penyelidikan langsung.
b. Penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain.
c. Kerja sama dengan penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memecahkan soal yang sama atau yang sejenis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa bagaimana alam pikiran manusia dapat berkembang karena dengan kemampuan manusia untuk berfikir dan bernalar serta sifat keingintahuan manusia yang sangat besar.




1.3.MITOS, PENALARAN, DAN CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN
  • Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan ataupun pengalaman. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Sebagai contoh: “Apakah pelangi itu?”, karena tak dapat dijawab, manusia mereka-reka jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Jadi muncul pengetahuan baru yaitu bidadari. Contoh lain: “Mengapa gunung meletus?”, karena tak tahu jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban: “Yang berkuasa dari gunung itu sedang marah”. Dengan menggunakan jalan pemikiran yang sama muncullah anggapan adanya “Yang kuasa” di dalam hutan lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, atau adanya raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. Pengetahuan baru yang bermunculan dan kepercayaan itulah yang kita sebut dengan mitos. Cerita yang berdasarkan atas mitos disebut legenda.
  • MITOS
Mitos adalah untuk meneruskan dan menstabilkan kebudayaan, memberikan petunjuk hidup, melegalisir aktivitas kebudayaan tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos memiliki asal kata dari bahasa Yunani yang artinya sesuatu yang diungkapkan. Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Di dalam mitos bisa berisi asal usul alam semesta, dewa-dewa, supranatural, pahlawan manusia atau masyarakat tertentu yang mana memiliki tujuan, pemberian makna hidup dan pemberian model pengetahuan untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dijelaskan dengan akal pikiran.
b. Contoh-contoh Mitos
Begitu banyak contoh-contoh mitos yang ada di dindonesia. karena kita tahu sendiri bahwa memang Mitos sangat berhubungan dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongen suci. ini adalah beberapa contoh Mitos yang ada di Indonesia.
1. Cerita terjadinya mado-mado atau marga di Nias (Sumatra Utara)
2. Cerita barong di Bali.
3. Cerita pemindahan Gunung Suci Mahameru di India oleh para dewa ke Gunung Semeru yang dianggap suci oleh orang Jawa dan Bali.
4. Cerita Nyai Roro Kidul (Ratu Laut Selatan)
5. Cerita Joko Tarub
Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:
a. Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat.
b. Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
c. Hasrat ingin tahunya terpenuhi

  • LEGENDA
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yag empunya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Legenda seringkali dipandang sebagai sejarah kolektif (folkstory).
Walaupun demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat folklor.
Legenda dibagi 4 macam. Salah satu contohnya adalah
1.       Legenda keagamaan :
Wali Sembilan (Wali Songo) mereka adalah Mau- lana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.
2.      Legenda Alam Ghaib :  Hantu, Gendruwo, Sundel Bolong, serta Nyi Blorong.
3.      Legenda Perseorangan : Robin Hood, yang merampok penguasa korup atau orang kaya untuk didermakan kepada rakyat miskin. Legenda semacam ini di Jakarta pada ”tempo doeloe” adalah kisah petualangan ”Si Pitung”.
4.      Legenda Setempat : ”Asal Mula Nama Banyuwangi”, serta legenda ”Roro Jongrang”, ”Tangkuban Perahu”, ”Asal Mula nama Tengger dan Terjadinya Gunung Batok” serta “asal mula nama kota Bogor”.

  • CERITA RAKYAT
 Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya,cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Banyak yang tidak menyadari kalo negeri kita tercinta ini mempunyai banyak Cerita Rakyat Indonesia yang belum kita dengar, bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar dari mulut – ke mulut yang diwariskan secara turun – temurun. Namun sekarang banyak cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita rakyat indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah.
Contoh : – Lutung Kasarung

 

Bagaimana cara manusia memperoleh pengetahuan?
Pengetahuan manusia dimulai dari rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini sudah dimiliki manusia sejak kecil. Banyak cara untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Anak yang belum dapat bertanya senang mencoba-coba hal yang tidak diketahuinya. Sebagai contoh, anak kecil senang memasukan barang-barang ke dalam mulutnya hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Di tahap selanjutnya anak-anak akan banyak bertanya contohnya “itu apa ?”, “ini bagaimana?” itu hal yang lumrah dilewati oleh manusia untuk pengembangan diri. Rasa ingin tahu tersebut akan terpuaskan bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan hal yang benar.
Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
1. Akal sehat
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
2. Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
3. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
4. Penemuan coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal tersebut.
5. Pikiran Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
6.Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.



1.4.ANALISIS

Ilmu alamiah dasar merumuskan pemikiran yang selalu dilandasi oleh realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indera.
Kemudian dalam sifat unik manusia itu ialah jika dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya sangat kuat. Jadi manusia mampu melakukan segala sesuatu dengan berfikir terlebih dahulu. Karena rasa ingin tahu manusia pun selalu bertanya-tanya tentang kejadian yang ada di alam ini, sehingga banyak munculah para peneliti dan percobaan ekperimen dalam segala bidang.
Dalam kegiatan memperoleh pengetahuan manusia berfikir, dengan cara penalaran, dan pengetahaun non ilmiah yang meliputi: prasangka, intuisi, dan trial and error.

1.5. REFERENSI
  1. http://dzakiyyah95.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-tujuan-mempelajari-imu.html
  2. http://larasdwip.blogspot.co.id/2013/03/ilmu-alamiah-dasar.html
  3. https://lianurbaiti.wordpress.com/2013/03/30/pengertian-dan-perbedaan-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/