Kamis, 24 Maret 2016

MY TUGAS : TATA SURYA BUMI



NAMA            : AFINA ROMADHONA YUNAN
KELAS           : 1PA05
NPM               : 10515240
                                                MATEMATIKA DAN IAD
  RUANG LINGKUP IPA
  1.  Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi. Namun para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta atau universum dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan energi yang ada didalamnya
Konsep manusia mengenai apa yang dimaksud alam semesta telah berubah secara radikal sepanjang zaman. Pada mulanya, mereka meletakkan Bumi sebagai pusat alam semesta. Selanjutnya, mereka menemukan bahwa Bumi hanyalah sebuah planet, dan yakin bahwa mataharilah sebagai pusat. Kemudian mereka menyadari bahwa Matahari hanyalah sebuah bintang biasa, yang merupakan anggota dari sebuah gugusan bintang yang disebut galaksi dan meyakini bahwa galaksi inilah Alam Semesta. Setelah itu, mereka menemukan lagi bahwa galaksi ini hanyalah satu dari sedemikian banyak galaksi yang membentuk alam semesta. Kenyataan inilah yang kita yakini saat ini.
  1. Teori Terjadinya Alam Semesta
           

Asal usul alam semesta telah lama diperbincangkan. Banyak teori bermunculan dari hasil pemikiran dan penelitian para ahli yang mencoba mengungkap misteri besar ini. Namun hingga sekarang, karena keterbatasan daya dan akal manusia, teori-teori tersebut hanyalah sebatas menjadi teori belaka, karena kebenaran yang pasti hanya berasal dari tuhan. Kendati begitu, tidak ada salahnya bagi kita menilik teori asal usul alam semesta yang dirangkum sebagai berikut: 
1.      Teori keadaan tetap (Steady-state theory)
 Teori keadaan tetap didasari pada prinsip kosmologi sempurna. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ada tanpa awal dan tetap ada tanpa akhir. Hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa setiap galaksi memiliki jumlah yang tetap sama meski ada pada kurun waktu yang berbeda. Dalam teori ini tidak dikenal istilah penciptaan ataupun kiamat. Alam semesta ada dan akan tetap ada. Teori asal usul alam semesta ini sebetulnya merupakan teori yang paling jadul. Dan dikemukakan pada saat teknologi belum canggih seperti sekarang ini. Sekarang, teori keadaan tetap sudah tidak lagi dipercayai oleh kebanyakan orang kecuali mereka yang tidak beragama (atheis).
2.      Teori dentuman besar (big-bang theory)
 Asal Usul Alam Semesta Hipotesis teori dentuman besar (Big-Bang) dikemukakan pertama kali oleh George Lematitre. Teori ini menyebutkan bahwa asal usul alam semesta dimulai dari sebuah primeval atom atau atom yang sangat padat. Suatu saat karena terlalu padat dan memiliki energi kalor yang tinggi, atom ini meledak hingga semua materinya terlempar ke seluruh penjuru ruang hampa yang ada di sekitarnya. Sejak ledakan itu, semua partikel ledakan atom tersebut (planet, asteroid, meteorid, dll.) berekspansi hingga ribuan juta tahun. Dari ekspansi tersebut timbulah dua gaya yang saling berlawanan yaitu gaya gravitasi dan gaya repulsi kosmis. Teori ini menyebutkan bahwa suatu waktu, ekspansi tersebut pasti akan berhenti. Berarti secara umum teori ini berlawanan dengan teori keadaan tetap karena mengenal penciptaan dan kiamat.
3.      Teori Nebular
Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun 1796. Teori ini menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi awan atau kabut gas yang sangat panas. Kondensasi itu membentuk bagian-bagian terpisah yang terus berputar. Pada bagian tengah kondensat, partikel memusat dan memampat sehingga terbentukklah matahari. Pada partikel yang berada di sisi juga berputar dan membentuk planet-planet dan sisa kondensat membentuk satelit, asteroid, meteor, dan lain sebagainya.
4.      Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys di tahun 1919. Teori ini menyebutkan bahwa planet merupakan hasil dari percikan bintang (matahari) yang disebut tidal. Planet-planet besar terjadi karena adanya percikan besar antara 2 bintang besar yang saling berdekatan. Peristiwa mendekatnya 2 bintang besar tentu sangat jarang sekali terjadi, oleh karena itu selama ini percikan matahari tidak mampu membentuk planet.
5.      Teori Bintang Kembar
Teori bintang kembar menyebutkan bahwa alam semesta terbentuk karena adanya dua matahari kembar. Salah satu matahari tersebut meledak karena terlalu padat dan panas. Ledakan tersebut membentuk planet-planet dan karena adanya gaya gravitasi, planet-planet tersebut beredar mengelilingi bintangnya.
6.      Teori Creatio Continua
Hipotesis teori creatio continua dikemukakan pertama kali Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori ini semesta dari dahulu ada dan tetap ada. Secara prinsip, teori ceatio continua hampir mirip dengan teori keadaan tetap. Bedanya, pada teori ini disebutkan bahwa setiap saat ada partikel alam semesta (baik berbentuk planet, satelit, dan lain sebagainya) yang lenyap dan lahir. Demikianlah beberapa teori tentang asal usul alam semesta. Percaya atau tidak, mari kita kembalikan pada keyakinan kita masing-masing. Seperti halnya kita mempercayai teori-teori asal usulkehidupan.
  1.  Sistem Tata Surya
Sistem tata surya merupakan suatu sistem organisasi yang teratur pada matahari dimana matahari sebagai pusat peredaran dan dikelilingi pengikut-pengikutnya (planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor).
a. Matahari
Matahari adalah bintang kuning, berbentuk bola, dengan diameter 865.000 mi (1 mi = 1,609 km), lebih dari 100X diameter bumi. Salah satu bintang anggota galaksi Milky Way (Bima Sakti). Matahari sangat penting bagi proses kehidupan di Bumi karena mensuplai panas, cahaya, dan radiasi lain. Matahari memiliki garis tengah: 1.392.000 kmmassa : 331.950 massa bumi.Temperatur permukaan matahari mencapai 6.000°K, inti mencapai 15.000.000°K, bintik-bintik hingga 4.000°K, dan tekanan mencapai 400×109 atm bumi.
b. Planet
Planet adalah Benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri.
Planet-planet dalam Tata Surya berbeda-beda dalam ukuran dan komposisi, terdiri:
–  Kelompok Planet Dalam: planet-planet yang dekat dengan matahari, ukuran relatif kecil, solid, rocky, massa jenis besar (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars).
–  Kelompok Planet Luar: planet-planet yang jauh dari matahari, gas planets, terbentuk sebagian besar oleh H dan He (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet terluar, Pluto, berukuran kecil dan terdiri dari es).
c.  Asteroid
Asteroid adalah benda langit berukuran sangat kecil dan juga memiliki orbit terhadap matahari. Artinya, asteroid juga mengelilingi matahari. Asteroid terbentuk dari batu luar angkasa, dengan sedikit kandungan logam seperti nikel dan besi.
Asteroid-asteroid berkumpul di sebuah lintasan yang sangat terkenal, berada di antara jalur lintasan orbit Mars dan Jupiter, dinamakan sabuk asteroid, atau Main Asteroid Belt. Di sabuk asteroid ini ada empat asteroid paling besar yang pernah diteliti, bernama Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea.
d. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.
e. Meteor
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.
  1. Planet bumi sebagai bagian dari sistem tata surya
Kata “Planet” berasal dari bahasa Yunani yaitu Planetai, yang berarti pengembara. Pengertian dari planet sendiri adalah benda angkasa yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang. Dalam Tata Surya, bintang yang dimaksud adalah matahari. Sebagian besar planet dalam Tata Surya orbitnya diikuti oleh satelit. Satelit ini beredar mengelilingi planet, dan bersama-sama planet mengelilingi pusatnya (matahari).
Pada awalnya, dalam Sistem Tata Surya Terdapat 9 buah planet. Panet-panet itu adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Pluto. Namun pada Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26, pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha, menetapkan hanya 8 buah planet yang masuk dalam Sistem Tata Surya. Palet yang dikeluarkan dalam anggota Tata Surya adalah Pluto.
Planet-planet dalam Tata Surya dapat dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi. Hal ini disebabkan adanya beberapa macam kriteria untuk mengklasifikasikan planet-planet ini. Berikut ini adalah beberapa klasifikasi planet dalam berbagai kriteria.
  • Bumi
Bumi memiliki garis tengah ekuatorial : 7.923 mil. Sedangkan antarkutub 7.900 mil. Berat jenis : 5,5 dan beratnya 6,6 x 1021 ton. Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter. Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal 10 mil.
1.      Berdasarkan Massanya
a.      Planet Superior
Planet Superior adalah planet dengan massa yang besar. Yang termasuk dalam planet superior adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b.      Planet Inferior
Planet Inferior adalah planet dengan massa yang kecil. Yang tergolong dalam planet inferior adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2.      Berdasarkan Jaraknya ke Matahari
a.      Planet Interior
Planet Interior adalah planet-planet yang jarak rata-rata ke matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Yang termasuk dalam kategori planet interior adalah Merkurius dan Venus. Planet Interior sering juga disebut dengan Planet Dalam.
b.      Planet Eksterior
Planet Eksterior adalah planet-planet dengan jarak rata-rata ke matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Yang masuk dalam golongan ini adalah planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Eksterior sering juga disebut dengan Planet Luar.
  1. Lapisan-lapisan Bumi
Mula-mula orang mengira bahwa bumi itu rata seperti talam. Bumi diketahui sebagai bola pertama kali kira-kira 400 ratus tahun yang lalu. Bumi berupa suatu benda hampir bulat sempurna yang jari-jarinya ± 6370 km pada katulistiwa. Permukaab bumi sebagian terdiri dari daratan dan sebagian dari lautan. Kira-kira 3/10 permukaan bumi berupa daratan, sedang 7/10-nya tertutup air. Kerak bumi terdiri dari batuan kristalin. Pusat bumi berupa zone bundar yang diliputi oleh teras luar dan teras dalam. Teras luar berwujud cairan tetapi teras dalamnya padat atau kristalin.  

1.  Inti Bumi (Barisfer/Sentrofer)
Diduga, barisfer terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan itu disebut nife (niccolum = nicel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Berat jenis rata-ratanya 10. Diatas lapisan nife terdapat lapisan antar yang elastis. Susunan zatnya seperti batu meteorit dengan Berat jenis rata-rata 5, tebalnya kira-kira 1700 km.
Pengaruh panas matahri hanya terasa paling dalam 20 meter dibawah permukaan bumi. Setelah kedalaman 20 m, temperaturnya konstan. Tapi makin masuk kedalam bumi semakin panas. Umumnya tiap turun 33 meter temperatur naik 1ºC.
2.    Kulit Bumi (Lithosfer)
Kulit bumi adalah lapisan bagian atas, tebalnya ± 1200 km. Kulit bumi merupakan lapisan yang vital bagi manusia, berupa benua dan pulau-pulau. Terletak diatas lapisan perantaranya. Kulit bumi terdiri dari 2 lapisan, Lapisan Sima (Silicium dan Magnesium) dan Lapisan Sial (Silicium dan Alumunium).
3.    Lapisan Air (Hidrosfer)
Termasuk lapisan air ini adalah semua perairan yang berada dibumi, yaitu samudra, laut, danau, sungai, dan air tanah. Hidrosfer tidak seluruhnya menyelimuti bumi, tetapi 71% saja, sebagian besar terdiri dari samudra dan lautan. Hidrosfer sangat berpengaruh terhadap keadaan atmosfer, karena air yang menguap dari lautan membentuk awan dan hujan. Hal ini berlangsung berabad-abad membentuk siklus air.

4.    Lapisan Udara (Atmosfer)
Atmosfer adalah paisan udara atau gas yang menyelubungi bumi. Atmosfer termasuk bagian bumi dan karena pengaruh gaya berat, atmosfer ikut berputar bersama-sama bumi setiap hari dan beredar mengelilingi matahari setiap bulan.
Udara berlapis-lapis dan batas tiap lapisan ditentukan oleh peralihan temperatur yang mendadak. Tabel seluruh lapisan udara ± 1000 km. Berat jenisnya makin keatas makin mendekati nol. Bagian-bagian atmosfer antara lain, troposfer, stratosfer, ionosfer, dan dissipasifer.
  1. Teori tentang Terjadinya Bumi
1.  Teori Kant-Laplace (Hipotesis Kabut dari Kant-Laplace)
Tata surya terbentuk dari kondensi awan yang pernah merupakan kabut gas yang amat panas. Awan ini makin mendingin dan menyebabkan gerak putar yang makin cepat. Perputaran akan menyebabkan pendataran dibagian kutub-kutubnya, penimbunan materi dibagian katulistiwanya. Dari bagian katyulistiwa ini akan terjadi bagian dari massa asal. Bagian yang terlepas akan mengalami kondensasi dan menjadi padat, kemudian ikut berputar mengelilingi massa asl. Massa asal menjadi matahari, bagian yang terlepas dan menjadi padat tersebut kemudian menjadi planet, temasuk planet bumi.
2. Teori Chamberlain dan Maulton
Teorinya dikenal dengan nama Teori Planetisimal. Di alam aya ada matahari asal. Sebuah bintang besar mendekati matahari asal tersebut sehingga terjadi gaya tarik yang kuat dari bintang tersebut terhadap matahari.
Di permukaan matahari akan terjadi ledakan-ledakan yang maha dahsyat yang berupa gas yang dilepaskan keluar matahari asal. Gas yang sudah lepas kemudian mengalami kondensasi sehingga menjadi massa padat yang disebut planetisimal. Bumi merupakan salah satu bentuk planetisimal.
3.      Teori Jean dan Jeffreys
Terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari akibat gaya tarik bintang yang jauh lebih besar. Gelombang pasang ini menyerupai lidah raksasa di permukaan matahari, mengarah pada bintang besar. Lidah raksasa kemudian memadat dan pecah menjadi benda tersendiri yang disebut planet. Planet-planet baru ini berputar mengelilingi matahari dengan lintasan bentuk elip. Karena lintasan planet berbentuk elip maka suatu waktu planet mempunyai jarak terdekat dengan matahari. Matahari akan menarik massa planet tersebut sehingga terbentuklah satelit atau bulan yang berputar mengelilingi planet.

4. Teori Alfred Wegener (Continental Drift)
Teori Wegener sering siebut sebagai teori Pergeseran Benua (Continental Drift). Garis besarnya adalah sebagai berikut: Benua-benua yang sekarang ada ( Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia) dulu menjadi satu merupakan super continent yang disebut Pangea.
  1. ANALISIS
            Dalam perkembang Ilmu Pengetahuan Alam saat ini banyak muncul teori tentang terjadinya alam semesta, seperti misalnya mikrokosmos menjelaskan benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron sel dan sebagaianya. Dari pengetahuan tentang mikrokosmos menemukan bahwa ada DNA. DNA merupakan materi yang membentuk kromosom-kromosom dan juga merupakan informasi genetik yang tersimpan dalam tubuh makhluk hidup. Dari ditemukannya DNA didalam sebuah sel ini mendatangkan manfaat bagi kehidupan terutama dibidang Bioteknologi. Contohnya, seperti sidik jari DNA atau DNA fingerorinting dalam analisa forensik yang mempermudah pekerjaan polisi untuk menangkap kriminal. Sedangkan dari pengetahuan makrokosmos, manusia lebih berusaha mengenal alam semesta dengan baik, seperti para astronomis yang ada di dunia yang sengaja ingin mengetahui bahwa ternyata ada planet yang menyerupai bumi, ataupun menghormati benda-benda angkasa pada zaman dahulu yang dianggap sebagai dewa-dewa yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi, misalnya ada Dewa Matahari.
            Dari terori Big-bang (Dentuman Besar) menghasilkan materi dan energi serta ruang &waktu. Dalam waktu seper-triliunan detik, alam semesta memuai dengan kecepatan tak terukur mencapai besaran astronomi. Kemudian dari ekspansi materi tetap berlanjut secara lebih lambat sampai saat ini.
!           Dari adanya sistem tata surya kita dapat mengetahui tentang benda benda yang ada di langit seperti, matahari, bintang, planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor. Benda-benda langit itu berjalan pada porosnya. planet yang menjadi pengikut matahari ada 9 diantaranya, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Tapi sekarang banyak penelitian bahwa Pluto bukan termasuk dalam planet lagi.
            Bumi adalah planet ketiga di antara 9 planet yang beredar mengelilingi matahari, terbentuk ± 4.5 miliar tahun yang lalu. Pendinginan yang berlanjut menghasilkan 3 lapisan utama pada bumi yaitu Kerak bumi (crust), Mantel bumi, dan Inti bumi. Mantel bumi dan inti bumi tersusun atas logam cair dengan suhu yang sangat tinggi. Lapisan Bumi terdiri dari: Lithosfer (lithos = batu): Daratan, Hidrosfer (hidros = air): Lautan, Atmosfer: Udara, Atmosfer terdiri atas Troposfer, Stratosfer, dan Ionosfer.


  1. REFERENSI

HARMONI, ATI. 1992. PENGANTAR ILMU ALAMIAH DASAR (IAD). JAKARTA: GUNADARMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar