NAMA : AFINA ROMADHONA YUNAN
NPM : 10515240
MATEMATIKA DAN IAD
- PENDAHULUAN
Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu
Pengetahuan Alam (natural science)
yang mengkaji tentang gejala–gejala dalam alam semesta sehingga terbentuklah
konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep–konsep dan
prinsip–prinsip dasar yang bersifat esensial, contohnya seperti Biologi,
Fisika, dan Kimia, ketiga ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu
Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan
peradaban manusia. Menurut Abdulah Aly
dan Eny Rahma (2006:V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan
tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan
Teknologi” yang pembahasannya mencakup pengenalan IPA dan ruang lingkupnya,
perkembangan teknologi dan dampaknya, serta hubungannya dengan kelangsungan
hidup manusia.
Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum adalah
Agar dapat memahami perkembangan
penalaran manusia terhadap gejala-gejala alam hingga terwujudnya metode ilmiah
yang merupakan ciri khusus dari Ilmu Pengetahuan Alam, adapun tujuan
mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Khusus adalah agar dapat
menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia, dapat menjelaskan
perkembangan alam pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap “rahasia
ingin tahu” nya, serta dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan
masyarakat.
Fungsi mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain, yaitu :
1. Memberi wawasan kepada mahasiswa
tentang konsep-konsep alam agar dapat peka
2. Tanggap terhadap masalah-masalah alam yang
ada disekitarnya serta dapat bertanggung
jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat sebagai the agen of change (Agen Perubahan).
3. Dapat
mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada mahasiswa serta dapat
mendorong.
4. Mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah
Dasar (Basic Natural Science) pada
perkembangan diri, ilmu, dan profesi pada mahasiswa.
Ilmu alamiah dasar atau sering disebut ilmu pengetahuan alam
(natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang
gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk
konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar
yang esensial saja dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode
ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD
merumuskan pemikiran yang selalu di landasi oleh realisme, karena ilmu sains
ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga
tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh
indra.
Sedangkan ilmu alamiah dasar menurut Abdulah Aly dan Eny
Rahma (2006: V) “Ilmu Alamiah Dasar” merupakan kumpulan pengetahuan tentang
konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi”.
Jadi, pengertian ilmu alamiah yang
saya ketahui itu adalah pengetahuan dasar yang mempelajari alam semesta,dan
dapat dikatakan sebagai konsep awal terbentuknya ilmu pengetahuan alam. Yang dapat
dipelajarinya dengan cara metode-metode atau prinsip-prinsip yang tidak dapat
lepas dari kenyataan (realitas).
Ilmu
alamiah dasar yang mempelajari dasar-dasar alamiah secara universal atau
keselururan tapi yang mencakup dasar-dasarnya saja. Ilmu alamiah selalu
merumuskan masalahnya dari gejala-gejala yang realitas sehingga metode yang
dapat digunakan dalam ilmu alamiah dasar adalah metode-metode yang tidak lepas
dari objek-objek materi yang dapat dilihat dan dirasa oleh panca indra.
Metode-metode yang digunakan dalam menapsirkan Ilmu Alamiah Dasar adalah
metode-metode alamiah yang dapat di lihat oleh indra sehingga,tidak dapat
dengan mudah untuk mengambil keputusan untuk membuat prinsip mengenai ilmu
alamiah dasar jika tidak ada realitanya.
1.2. Perkembangan Alam Pikir Manusia
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan
yang paling sempurna dalam persaingan hidup di muka bumi ini. Meski banyak
keterbatasan fisik, seperti diantaranya : ukuran, kekuatan, kecepatan, dan
panca indera. Keberhasilan tersebut disebabkan karena manusia memiliki akal
yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan manusia lebih mudah
untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Karna itu alam pikir manusia
dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta
nuraninya yang memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi dan
bijaksana untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.
Pengetahuan yang terkumpul dan
semakin maju menyebabkan rasa ingin tahu manusia semakin berkembang. Rasa ingin
tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap
hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam
sekitarnya. Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban
mengenai apa yang diamatinya, rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki
oleh hewan. Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai
derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya.
Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini yang menyebabkan pengetahuan
mereka menjadi berkembang.
Dan dengan sifat keingintahuan manusia yang besar, manusia
selalu berusaha mencari keterangan tentang fenomena alam dan
pengetahuan-pengetahuan yang sangat banyak, mungkin karena itu lah secara tidak
langsung alam pikiran manusia dapat berkembang. Dan mungkin karena teknologi
juga yang semakin berkembang sesuai zamannya, sehingga sejalan dengan cara
berfikir manusia yang memudahkan manusia untuk mencari informasi dan ilmu
pengetahuan yang sangat banyak, sehingga membuat alam pikir manusia semakin
berkembang dan berkembang lagi.
Manusia secara terus menerus selalu
mengembangkan pengetahuan. Mereka mengembangkan pengetahuan tidak hanya sekedar
untuk memenuhi kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja. Mereka juga berusaha untuk mengetahui mana
yang benar dan mana yang salah. Perkembangan pengetahuan pada manusia juga didukung
oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas
dan sifat yang lebih baik. Mereka selalu berusaha mengerti atau memperoleh
pengetahuan yang lebih banyak. Dengan demikian, Akumulasi pengetahuan akan
berlangsung lebih cepat.
Rasa ingin
tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk
mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya. Kegiatan
yang dilakukan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuannya.
Sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan. Tetapi kegagalan biasanya tidak
menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali justru membangkitkan semangat
yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan. Dengan semangat yang makin
berkobar ini diadakanlah kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan
dapat diharapkan akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Kegiatan
untuk mencari pemecahan dapat berupa:
a. Penyelidikan langsung.
b. Penggalian hasil-hasil
penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain.
c. Kerja sama dengan
penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memecahkan soal yang sama atau yang
sejenis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
bagaimana alam pikiran manusia dapat berkembang karena dengan kemampuan manusia
untuk berfikir dan bernalar serta sifat
keingintahuan manusia yang sangat besar.
1.3.MITOS,
PENALARAN, DAN CARA MEMPEROLEH PENGETAHUAN
- Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan ataupun pengalaman. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Sebagai contoh: “Apakah pelangi itu?”, karena tak dapat dijawab, manusia mereka-reka jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Jadi muncul pengetahuan baru yaitu bidadari. Contoh lain: “Mengapa gunung meletus?”, karena tak tahu jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban: “Yang berkuasa dari gunung itu sedang marah”. Dengan menggunakan jalan pemikiran yang sama muncullah anggapan adanya “Yang kuasa” di dalam hutan lebat, sungai yang besar, pohon yang besar, matahari, bulan, atau adanya raksasa yang menelan bulan pada saat gerhana bulan. Pengetahuan baru yang bermunculan dan kepercayaan itulah yang kita sebut dengan mitos. Cerita yang berdasarkan atas mitos disebut legenda.
- MITOS
Mitos adalah untuk meneruskan dan menstabilkan kebudayaan, memberikan petunjuk
hidup, melegalisir aktivitas kebudayaan tradisi lisan yang terbentuk di suatu
masyarakat. Mitos memiliki asal kata dari bahasa Yunani yang artinya sesuatu
yang diungkapkan. Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik
yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Di dalam mitos bisa
berisi asal usul alam semesta, dewa-dewa, supranatural, pahlawan manusia atau
masyarakat tertentu yang mana memiliki tujuan, pemberian makna hidup dan
pemberian model pengetahuan untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dijelaskan
dengan akal pikiran.
b. Contoh-contoh Mitos
Begitu
banyak contoh-contoh mitos yang ada di dindonesia. karena kita tahu sendiri
bahwa memang Mitos sangat berhubungan dengan terjadinya tempat, alam semesta,
para dewa, adat istiadat, dan konsep dongen suci. ini adalah beberapa contoh
Mitos yang ada di Indonesia.
1. Cerita terjadinya mado-mado atau
marga di Nias (Sumatra Utara)
2. Cerita barong di Bali.
3. Cerita pemindahan Gunung Suci
Mahameru di India oleh para dewa ke Gunung Semeru yang dianggap suci oleh orang
Jawa dan Bali.
4. Cerita Nyai Roro Kidul (Ratu Laut
Selatan)
5. Cerita Joko Tarub
Jadi, mitos
itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:
a.
Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik
langsung maupun dengan alat.
b.
Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
c. Hasrat
ingin tahunya terpenuhi
- LEGENDA
Legenda adalah
cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yag empunya cerita sebagai suatu yang
benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Legenda seringkali dipandang sebagai
sejarah kolektif (folkstory).
Walaupun demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah
mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh
karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi
sejarah maka legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat
folklor.
Legenda dibagi
4 macam. Salah satu contohnya adalah
1. Legenda
keagamaan :
Wali Sembilan (Wali Songo) mereka
adalah Mau- lana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan
Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.
2.
Legenda
Alam Ghaib : Hantu,
Gendruwo, Sundel Bolong, serta Nyi Blorong.
3.
Legenda Perseorangan : Robin Hood,
yang merampok penguasa korup atau orang kaya untuk didermakan kepada rakyat
miskin. Legenda semacam ini di Jakarta pada ”tempo doeloe” adalah kisah petualangan
”Si Pitung”.
4.
Legenda
Setempat : ”Asal Mula Nama Banyuwangi”, serta legenda ”Roro Jongrang”, ”Tangkuban
Perahu”, ”Asal Mula nama Tengger dan Terjadinya Gunung Batok” serta “asal mula
nama kota Bogor”.
- CERITA RAKYAT
Cerita
rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa
Indonesia. Pada umumnya,cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di
suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam
cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.
Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan
terutama yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Banyak yang tidak
menyadari kalo negeri kita tercinta ini mempunyai banyak Cerita Rakyat
Indonesia yang belum kita dengar, bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar
dari mulut – ke mulut yang diwariskan secara turun – temurun. Namun sekarang
banyak cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita rakyat
indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah.
Pengetahuan manusia dimulai dari
rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini sudah dimiliki manusia
sejak kecil. Banyak cara untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Anak yang
belum dapat bertanya senang mencoba-coba hal yang tidak diketahuinya. Sebagai
contoh, anak kecil senang memasukan barang-barang ke dalam mulutnya hanya untuk
memuaskan rasa ingin tahunya. Di tahap selanjutnya anak-anak akan banyak
bertanya contohnya “itu apa ?”, “ini bagaimana?” itu hal yang lumrah dilewati
oleh manusia untuk pengembangan diri. Rasa ingin tahu tersebut akan terpuaskan
bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan hal yang benar.
Pengetahuan dapat diperoleh
kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada
pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi,
prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
1. Akal
sehat
Menurut Conant yang dikutip
Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian
konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep
merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada
hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun
disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
2. Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap
suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya
didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam
pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
3. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal
sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian
membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan
akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
4. Penemuan
coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan
pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba
atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang
menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak
selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding
kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak
tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun
mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti
akan hal tersebut.
5. Pikiran
Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat
dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak
dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat
tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya
hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
6.Pendekatan
Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan
yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data
empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan
pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat
diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.
1.4.ANALISIS
Ilmu alamiah
dasar merumuskan pemikiran yang selalu dilandasi oleh realisme, karena ilmu sains
ini berbicara tentang metode-metode alamiah dan gejala-gejala alamiah sehingga
tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh
indera.
Kemudian dalam
sifat unik manusia itu ialah jika dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani
manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya sangat kuat.
Jadi manusia mampu melakukan segala sesuatu dengan berfikir terlebih dahulu.
Karena rasa ingin tahu manusia pun selalu bertanya-tanya tentang kejadian yang
ada di alam ini, sehingga banyak munculah para peneliti dan percobaan ekperimen
dalam segala bidang.
Dalam kegiatan
memperoleh pengetahuan manusia berfikir, dengan cara penalaran, dan pengetahaun
non ilmiah yang meliputi: prasangka, intuisi, dan trial and error.
1.5. REFERENSI
- http://dzakiyyah95.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-tujuan-mempelajari-imu.html
- http://larasdwip.blogspot.co.id/2013/03/ilmu-alamiah-dasar.html
- https://lianurbaiti.wordpress.com/2013/03/30/pengertian-dan-perbedaan-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar